{"id":924,"date":"2026-09-15T20:09:32","date_gmt":"2026-09-15T20:09:32","guid":{"rendered":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/?p=924"},"modified":"2026-09-15T20:09:32","modified_gmt":"2026-09-15T20:09:32","slug":"matematika-berbasis-budaya-dua-dosen-tadris-matematika-uin-saizu-rambah-pengabdian-internasional-ke-filipina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/2026\/09\/15\/matematika-berbasis-budaya-dua-dosen-tadris-matematika-uin-saizu-rambah-pengabdian-internasional-ke-filipina\/","title":{"rendered":"Matematika Berbasis Budaya: Dua Dosen Tadris Matematika UIN Saizu Rambah Pengabdian Internasional ke Filipina"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"638\" src=\"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-16-at-03.06.31-1024x638.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-925\" srcset=\"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-16-at-03.06.31-1024x638.jpeg 1024w, https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-16-at-03.06.31-300x187.jpeg 300w, https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-16-at-03.06.31-767x478.jpeg 767w, https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-16-at-03.06.31-1536x957.jpeg 1536w, https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-16-at-03.06.31.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua dosen dari Program Studi Tadris Matematika Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berhasil menjalankan kegiatan pengabdian bertaraf internasional lewat Community Service Seminar yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, 26 Agustus 2025.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Acara ini diikuti oleh 43 peserta yang terdiri dari guru-guru SMA asal Filipina, para dosen, dan mahasiswa dari UM Digos College, Filipina. Tema besar yang diangkat dalam seminar ini adalah contextualizing mathematics, yakni upaya mengontekstualisasikan pembelajaran matematika melalui pendekatan yang berpijak pada budaya dan persoalan nyata di tengah masyarakat. Seminar ini dipandu oleh Rizka Saputro Nugroho yang berperan sebagai moderator sepanjang acara berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber pertama, Dr. Maria Ulpah, memaparkan materi bertajuk &#8220;Designing Contextual Mathematics Tasks Based on Community Problems&#8221;. Dalam paparannya, ia menekankan betapa pentingnya menyusun soal-soal matematika yang bersumber dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ketika siswa belajar matematika dari masalah yang mereka temui sehari-hari, maka matematika tidak lagi terasa asing, melainkan menjadi keterampilan hidup yang bermanfaat,&#8221; ujar Maria.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual mampu mendongkrak motivasi siswa sekaligus menjadikan matematika lebih terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kesempatan berikutnya, Fitria Zana Kumala tampil sebagai narasumber kedua dengan materi &#8220;Contextualizing Mathematics through Culture: Ethnomathematics-Based Lesson Design&#8221;. Ia memaparkan bagaimana kearifan budaya lokal dapat dijadikan jalan masuk dalam merancang pembelajaran matematika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Budaya adalah kunci untuk membuat matematika lebih dekat dengan siswa. Melalui etnomatematika, kita dapat menunjukkan bahwa matematika hidup dalam tradisi, kerajinan, hingga praktik sosial masyarakat,&#8221; jelas Zana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesi diskusi berlangsung hidup dengan keterlibatan aktif dari para peserta. Dengan arahan Rizka Saputro Nugroho selaku moderator, forum tanya jawab berjalan teratur namun tetap hangat, membuka kesempatan bagi para guru dan dosen dari UM Digos College serta sekolah-sekolah di Filipina untuk berbagi pengalaman dan melontarkan pertanyaan seputar penerapan pembelajaran kontekstual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu guru SMA asal Filipina menyampaikan rasa apresiasinya. &#8220;Materi ini membuka wawasan kami. Kami jadi melihat bagaimana budaya lokal dapat menjadi sumber inspirasi dalam merancang soal matematika yang kreatif,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seminar ini diakhiri dengan kesan baik dari para peserta, yang menaruh harapan agar kegiatan ini menjadi titik awal kerja sama yang lebih luas ke depannya. &#8220;Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi berkembang menjadi jejaring penelitian dan pengabdian bersama,&#8221; kata salah satu dosen UM Digos College.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suksesnya seminar ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam memperluas jejaring internasional di bidang pendidikan matematika. Di samping membuka cakrawala baru seputar etnomatematika dan pembelajaran kontekstual, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam merajut kolaborasi akademik antara Indonesia dan Filipina.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbekal semangat berbagi ilmu dan menghadirkan matematika yang membumi lewat pendekatan budaya, kedua dosen Tadris Matematika UIN Saizu ini berhasil membawa pengabdian masyarakat ke panggung internasional sekaligus mempererat diplomasi akademik lintas negara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua dosen dari Program Studi Tadris Matematika Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berhasil menjalankan kegiatan pengabdian bertaraf internasional lewat Community Service Seminar yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, 26 Agustus 2025. Acara ini diikuti oleh 43 peserta yang terdiri dari guru-guru SMA asal Filipina, para dosen, dan mahasiswa dari UM&#8230;<\/p>\n<p class=\"more-link-wrap\"><a href=\"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/2026\/09\/15\/matematika-berbasis-budaya-dua-dosen-tadris-matematika-uin-saizu-rambah-pengabdian-internasional-ke-filipina\/\" class=\"more-link\">Baca Selengkapnya<span class=\"screen-reader-text\"> &ldquo;Matematika Berbasis Budaya: Dua Dosen Tadris Matematika UIN Saizu Rambah Pengabdian Internasional ke Filipina&rdquo;<\/span> &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-924","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=924"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":926,"href":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/924\/revisions\/926"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tma.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}