
PURWOKERTO– Program Studi Tadris Matematika UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar kegiatan International Team Teaching (ITT) bertajuk Collaborative Online International Learning bersama University of Mindanao Digos College (UMDC), Filipina. Kegiatan berlangsung secara daring melalui Google Meet pada Selasa (6/10/2026) pukul 13.00–14.30 WIB.
Sesi ini diikuti mahasiswa Department of Teacher Education UMDC berdasarkan formulir kehadiran. Dosen Tadris Matematika UIN Saizu, Fitria Zana Kumala, M.Sc., menjadi pengampu dan membawakan materi Distribusi Bernoulli, salah satu konsep dasar dalam teori peluang dan statistika.
Menurut Zana, kegiatan ini diselenggarakan untuk membuka ruang belajar bersama antara mahasiswa lintas negara. “Melalui pembelajaran kolaboratif daring ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami materi matematika, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar lintas budaya dan membangun jejaring akademik internasional. Distribusi Bernoulli kami pilih karena menjadi dasar bagi banyak konsep peluang dan statistika,” jelasnya.
Pembelajaran terdiri dari tiga bagian, yaitu pengenalan percobaan Bernoulli (Bernoulli trial), pembahasan distribusinya, dan kuis latihan. Di akhir sesi, peserta diharapkan mampu mengenali percobaan Bernoulli beserta sukses, gagal, dan parameter p, menuliskan dan menggunakan fungsi massa peluang (probability mass function/PMF), menghitung nilai harapan, variansi, dan simpangan baku, serta menerapkan distribusi Bernoulli pada situasi nyata. Materi disampaikan melalui presentasi yang diawali dengan contoh peristiwa sehari-hari yang hanya memiliki dua kemungkinan hasil, kemudian peserta mengerjakan latihan soal untuk menguji pemahaman mereka.
Peserta menilai kegiatan ini bermanfaat. Mary Joy Itang mengaku memperoleh pemahaman tentang konsep dasar sekaligus cara menghitungnya. “Saya belajar apa itu Distribusi Bernoulli dan cara mendapatkan peluang sukses, peluang gagal, nilai harapan X, dan variansi,” ujarnya. Irish Rose S. Adlawan menyebut materi ini membantunya memahami bahwa distribusi Bernoulli menyederhanakan kompleksitas dunia nyata menjadi pilihan sederhana, yaitu sukses atau gagal. Sementara itu, Jumari M. Tampipi menilai sesi tersebut membantu dan mudah dipahami. Peserta lainnya menyebut kegiatan ini informatif, edukatif, dan menyenangkan.

