
PURWOKERTO – Dalam upaya mewadahi kreativitas dan kecintaan terhadap seni tradisional, Divisi AKSIOMA dari Komunitas Aksi Generasi Matematika (SIGMA) sukses menyelenggarakan pertemuan pertama agenda tari pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan yang bertempat di Ruang B2 Gedung B UIN Saizu Purwokerto ini menjadi awal dari rangkaian tiga kali pertemuan yang direncanakan.
Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini tidak hanya diikuti oleh anggota komunitas SIGMA, tetapi juga terbuka bagi seluruh mahasiswa program studi Tadris Matematika UIN Saizu. Keterbukaan ini menciptakan ruang bagi siapa saja yang ingin belajar menari tanpa memandang latar belakang keahlian.
Pada pertemuan perdana ini, fokus utama latihan adalah penguasaan gerakan dasar dari Tarian Permainan Tradisional: Dolanan Indonesia. Berlandaskan semangat “belajar bersama dari nol”, suasana kelas dipenuhi dengan keceriaan dan antusiasme mahasiswa yang mau mendalami filosofi gerak dalam permainan tradisional yang dikemas dalam bentuk tari.
“Hari ini kita fokus pada dasar, kemudian pada agenda kedua akan masuk ke tahap formasi, dan diakhiri dengan pematangan pada pertemuan ketiga,” ujar perwakilan dari Divisi AKSIOMA.
Melalui agenda tari ini, SIGMA berharap dapat mempererat tali silaturahmi antar-mahasiswa Tadris Matematika sekaligus menjadi sarana relaksasi yang positif di tengah rutinitas akademik yang dipenuhi oleh rumus-rumus matematika. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi awal perjalanan para mahasiswa dalam melestarikan budaya Indonesia.
